Menurutnya secara geografis, geologis, hidrologis dan demografis Kabupaten Mojokerto memiliki wilayah yang rawan dari berbagai ancaman bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia.
Dia berharap, setelah pelatihan ini relawan bisa menjadi tenaga profesional yang sangat terlatih dan terampil dalam mencari, mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama pada korban. Meski dilingkungan yang sulit dan berbahaya sekalipun.
“Relawan penanggulangan bencana merupakan penggerak awal pada saat terjadi bencana dan tahap tanggap darurat bencana. Jenis penyelamatan juga bersifat sangat teknis dan membutuhkan banyak keterampilan, pelatihan dan kerjasama tim”, tambahnya.
Sementara Latgab Usar dan navigasi digital yang digelar oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto dan berlangsung selama dua hari mulai hari Sabtu – Minggu tanggal 3-4 Juni.Kegiatan ini dihadiri Basarnas, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto dan Forkopimca Gondang.//////











