Bahkan salah seorang anak yang membacakan ayat suci Al’Quran pada pembukaan kegiatan yang digelar Polres Bondowoso ini juga dari anak difabel asuhan Dinsos Kabupaten Bondowoso.
Pada penghujung acara inilah,Dzikir dan doa bersama dipimpin KH. Erfan Khamil, S. Ag pengasuh pondok pesantren Nusul Hasan Dadapan Grujugan usai ceramah.
KH Erfan Khamil, yang juga sebagai wakil NU cabang Bondowoso ini meminta kepada seluruh masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi berita – berita yang beredar terkait tragedy Kanjuruhan.
Menurutnya tragedy Kanjuruhan itu adalah sudah menjadi takdir Alloh SWT dan tidak lagi diperdebatkan siapa salah siapa benar.
“Mari kita saling mengaca diri,introspeksi diri kita masing – masing, seperti tadi disampaikan pak Kapolres hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram,”ujarnya.
Sementara terkait tragedy Kanjuruhan lanjut wakil NU cabang Bondowoso ini sudah ada yang mengurus dan menyelesaikan masalah tersebut yang dalam hal bukan hanya pihak Kepolisian tetapi pemerintah sudah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).
“Kita percayakan saja kepada yang berwenang, tidak usah kita debatkan, akan lebih baik dan mulia jika kita doakan untuk semua pihak yang menjadi korban dan juga untuk Tim yang mengurus persoalan ini agar memperoleh kibajakan yang baik untuk semuanya,”pungkas wakil NU cabang Bondowoso ini. /////(red/Bob)












