Sementara itu, lebih lanjut, PKC PMII Jawa Timur mengimbau agar seluruh elemen masyarakat, pengurus organisasi sepak bola, para suporter, klub-klub bola, dan pemerintah bersama-sama saling merangkul.
“Insiden ini sungguh tragis. Kami mengutuknya dan usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Tak boleh ada nyawa yang hilang hanya demi sepak bola. Semua pihak harus tenang dan saling bahu membahu untuk segera keluar dari musibah ini. Mari kita saling jaga kondusifitas, teman-teman dimanapun khususnya Malang,” sahutnya.
Per Selasa (04/10/2022) kemarin jumlah korban meninggal bertambah enam orang sehingga total ada 131 orang. Tragedi berdara ini kemudian juga menjadi sorotan dunia internasional termasuk FIFA.
“Sekali lagi turut berduka cita semoga tidak ada hal seperti ini lagi kedepannya. Dunia internasional bahkan FIFA juga telah mengetahui insiden ini, jadi mari kita fokuskan kepada korban baik yang meninggal maupun luka-luka,” katanya.
Baijuri juga berharap adanya terapy healing bagi korban yang mengalami luka-luka dan keluarga. “Penting itu (teraphy healing) dilakukan, jajaran Pemprov dan Pemkab mohon diatensi hal ini,” pungkasnya./////












