Pinjamkan Lahan Pribadinya, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto Atasi Darurat Sampah

by -942 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi-Penanganan darurat sampah di Banyuwangi akhirnya dapat teratasi setelah Wakil Ketua DPRD setempat, Michael Edy Hariyanto tergerak untuk meminjamkan sementara waktu lahan miliknya sebagai Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Ketua DPD Partai Demokrat Banyuwangi ini mengaku tergerak meminjamkan lahannya setelah pihak Pemkab Banyuwangi berkeluh kesah kesulitan mendapatkan lahan kosong untuk menampung sampah volume. Dan luasan lahan yang dipinjamkan itu seluas sekitar 10 hektar.


“Saya pinjamkan gratis, tanpa ada uang sewa, tanpa ada kesepakatan apapun. Saya pun mengambil keuntungan disitu. Ini semata-mata untuk mengatasi masalah sampah. Namun itu sifatnya sementara, sambil menunggu TPA yang disiapkan pemerintah siap difungsikan,” ucap Michael Edy Hariyanto .

Michael berharap pemerintah bisa memberikan sosialisasi dan penerangan kepada warga di sekitar TPAS. Karena keberadaan TPAS selain mengatasi menumpuknya sampah juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Informasi yang diterimanya di TPA sebelumnya, satu pekerja yang ada di TPA itu bisa mendapatkan penghasilan antara Rp3 juta sampai Rp4 juta perbulannya.

“Kalau masalah pengelolaan sampah di TPA sepenuhnya ditangani DLH. Sampah ditimbun dan diuruk tanah, untuk persyaratan lainnya saya minta tenaga kerja dari desa sebelah ,” ucapnya.

Dikonfirmasi Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani pada Rabu (30/11/202) membenarkan soal pinjam legal tersebut.

“Alhamdulillah kemarin dapat petunjuk dari Sekda untuk DLH menggunakan tanah milik Pak Michael. Dan itu kita tidak sewa atau beli tanah, tapi disewa,” jelasnya.

Untuk pengelolaannya, kata Dwi, tak dilakukan asal-asalan, semua proses dilakukan secara terukur dan dijalankan sesuai standar operasional pekerjaan (SOP). Sebelum diuruk, petugas terlebih dahulu melapisi media tanah dengan membran.

Sampah diuruk secara berlapis dengan tanah. Sembari proses juga disemprot menggunakan Eco Enzym untuk mempercepat pembusukan dan mengurangi bau tak sedap.

Terakhir pada lapisan teratas diuruk dengan tanah dengan ketebalan urukan mencapai 2 meter.

“Untuk saat ini disana sudah ada beberapa alat berat seperti Loader dan Excavator untuk pemerataan dan pengurukan. Nantinya sampah yang sudah diambil dari depo dan sejumlah TPS akan langsung dibawa dan dikelola disana,” pungkasnya

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *