Perlu dicatat bahwa pesawat Hercules memerlukan waktu dua hari dan melibatkan lima kali transit untuk mencapai tujuan, sementara Airbus A 330 hanya membutuhkan 11 jam. Setibanya di Bandara El Aris, bantuan akan segera diurus dalam proses bongkar muat.
Bantuan tersebut terdiri dari 51,5 ton barang dari pemerintah Indonesia, di mana 26,5 ton terdapat dalam pesawat Airbus ini. Bantuan tersebut mencakup alat-alat kesehatan, 100 tenda peleton, 1.000 selimut, dan jaket musim dingin. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyumbang 7 ton bantuan, dan akan ada pengiriman bantuan lanjutan.
Bantuan ini meliputi air bersih, penyuling air bersih, obat-obatan dasar, obat darurat, makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, serta kit kebersihan untuk ibu hamil dan anak-anak.
“Semua ini adalah bagian dari upaya besar Indonesia untuk mendukung masyarakat Palestina dalam menghadapi situasi yang sulit,” ujarnya.
Bantuan ini akan dikoordinasikan untuk distribusinya oleh Bulan Sabit Mesir, sehingga dapat mencapai mereka yang membutuhkan bantuan kemanusiaan dengan segera. Upaya ini menunjukkan solidaritas Indonesia dan komitmen untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan di seluruh dunia.











