Sementara itu, dalam proses pencarian yang masih berlangsung, tim juga berhasil mengidentifikasi lokasi baru yang diduga kuat sebagai posisi badan kapal. Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksma TNI Endra Hartono, menjelaskan bahwa deteksi dilakukan pada beberapa titik referensi menggunakan teknologi sonar dan pemetaan bawah air.

“Hari ini kami fokus pada dua titik, yaitu titik referensi 5 dan titik 4 serta 7. Di titik 5 sebelumnya terdeteksi adanya logam, namun setelah dilakukan scanning ulang dengan side scan sonar portable oleh tim Dislambair, dipastikan bahwa objek tersebut bukan badan kapal KMP,” jelas Laksma Endra.
“Selanjutnya, menggunakan KRI Pulau Panildo, kami melaksanakan deteksi di titik 4 dan 7. Berdasarkan hasil sensor sonar, objek yang diduga sebagai badan kapal berada di titik referensi 4, tepat di tengah area pencarian. Untuk hasil lebih lanjut, termasuk pemetaan 3D dan sebagainya, masih dalam proses dan akan kami sampaikan setelah data lengkap,” tambahnya.
Operasi pencarian dan investigasi terus dilanjutkan secara intensif oleh Basarnas, TNI AL, KNKT, dan sejumlah lembaga terkait lainnya, hingga seluruh korban ditemukan dan penyebab kecelakaan berhasil diungkap secara menyeluruh.////////











