“Sehingga dari kendala pompa tadi dilakukan upaya agar bisa menyemprot air. Untuk penyebab (kerusakan armada truk pemadam), ya kendala pompa air, ya mungkin karena usia dari peralatan itu sendiri. Apalagi untuk (UPT) Pemadam Jember, terakhir pengadaan unit itu, InsyaAllah tahun 2014 sampai sekarang belum ada,” ungkapnya.
“Ya untungnya ini gedung kosong. Kalau rumah warga mungkin agak terlambat kita. Tapi enggak apa-apa daripada tidak ada tindakan sama sekali yang kita lakukan,” sambungnya.
Hingga berita ini ditulis, upaya pemadaman api kebakaran sudah berlangsung kurang lebih 30 menit. Dengan mengerahkan tiga truk pemadam itu.
Saat ini kurang lebih 10 personel petugas damkar masih berjibaku untuk memadamkan api kebakaran yang semakin meluas.
“Dengan keberadaan seperti ini, kondisi real kami yang ada, tetap personil kami optimal melayani masyarakat Jember untuk pelayanan pemadaman,” ujarnya.
“Ya mudah-mudahan dengan pemerintah yang baru, Pak Bupati yang baru. InsyaAllah ada atensi khusus. Sehingga beliau memaksimalkan dan mengkhususkan untuk pengadaan unit baru di Pemadam Kebakaran,” imbuhnya.
Sidiq menambahkan, saat ini di UPT Damkar dan Penyelamatan diketahui memiliki 6 armada truk pemadam. Diketahui tiga diantaranya rusak dan masih dalam proses perbaikan.
“Untuk yang tiga sekarang upaya pemadaman api ini, sebenarnya juga kurang layak fungsi. Tapi ya tetap dengan kondisi yang ada, kita rawat, kita maksimalkan. Sehingga pelayanan masyarakat tetap terpenuhi,” tandasnya.









