Banyuwangi, seblang.com – Dinas PU Pengairan Banyuwangi terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan sungai dan mencegah sampah bermuara ke laut. Berbagai langkah dilakukan mulai dari program perawatan sungai Sekardadu hingga kolaborasi dengan organisasi lingkungan Sungai Watch. Seluruh upaya ini menjadi strategi terpadu untuk merawat sungai dari hulu hingga hilir.
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, Dinas PU Pengairan mendukung penuh berbagai gerakan penanganan sampah, baik yang dilakukan pemerintah maupun komunitas lingkungan.
“Persoalan sampah adalah pekerjaan rumah bersama. Dengan kolaborasi dan kepedulian semua pihak, kami optimistis penanganannya akan semakin membaik,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Riza menjelaskan bahwa selain menangani sampah melalui pembersihan rutin sungai dan saluran, pihaknya juga menjalankan program Sekardadu, yakni perawatan sungai berbasis partisipasi sekolah. Tahun ini, program tersebut melibatkan 170 sekolah mulai SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
“Mereka kami beri tugas untuk merawat sungai dan saluran air. Penilaiannya meliputi kegiatan preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif. Ada 68 sungai besar dan 390 saluran sekunder yang masuk target pembersihan,” jelas Riza.
Di sisi lain, kolaborasi pengurangan sampah di laut juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Sungai Watch. Salah satu aksi teranyar adalah kegiatan Reguler Clean-Up dengan melakukan pembersihan aliran sungai dan daratan yang tercemar sampah (Illegal Dumping) di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (21/11/2025).

Aksi bersih sungai dan pesisir pantai itu juga diikuti Dinas Lingkungan Hidup, staf Desa dan Kecamatan Kalipuro, TNI-Polri, pelajar SD-SMA terdekat serta warga setempat.
Manager Sungai Watch Area Banyuwangi Suhardiyatno, mengatakan dalam aksi tersebut, tim berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah yang mayoritas berupa plastik, kain, styrofoam, sachet, dan beling. Sampah kemudian dibawa ke stasiun penyortiran Sungai Watch di Giri, Rogojampi, dan Bangorejo untuk dipilah sebelum didaur ulang.
“Yang bisa didaur ulang seperti plastik akan kami olah menjadi produk seperti kursi dan meja,” ujarnya.

Perlu diketahui, sejak bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi pada 2022, Sungai Watch telah memasang 67 jaring penghalang sampah (trash barrier) di sejumlah sungai untuk mencegah sampah masuk ke laut.///////












