Hujan Ekstrem Picu Banjir di Jember, Ribuan KK Terdampak dan Ratusan Warga Mengungsi

by -12 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W Sulaksono
Banjir dibeberapa wilayah di Kabupaten Jember, Jumat (13/2/2026).
https://asset.kompas.com/crops/x7nb-ztqdfTVqHB6oB7vq-0Jc9U%3D/0x0%3A0x0/1200x800/data/photo/2026/02/10/698b08e5d0bd5.jpg
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada tiga rumah, tiga jembatan, serta satu pondok pesantren.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung merata dari wilayah hulu hingga hilir. Kondisi ini mengakibatkan kenaikan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang melintasi kawasan padat penduduk.

Sungai-sungai yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Sungai Dinoyo dan Kaliputih di Kecamatan Panti, Sungai Kalijompo di Kecamatan Sukorambi, serta aliran Sungai Bedadung yang melintasi Kecamatan Kalisat dan Jelbuk, hingga beberapa sungai lain di wilayah barat dan selatan Jember.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, debit air di beberapa sungai meningkat signifikan dan mulai meluap ke permukiman warga. Air menggenangi rumah warga dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga lebih dari dua meter,” ujar Edy saat dikonfirmasi di lokasi banjir.

Selain itu, air juga menggenangi akses jalan utama, menyebabkan kemacetan, bahkan merobohkan jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, serta memutus jembatan di wilayah Sentul, Desa Suci, Kecamatan Panti.

“Yang paling parah sekarang ini di Curah Ancar. Di satu sektor ketinggian air sekitar dada orang dewasa atau kurang lebih 160 sentimeter. Di sektor lain, seperti wilayah Nogosari, lebih dari dua meter. Orang dewasa bisa tenggelam,” paparnya.

Hari ini betul-betul kita ekstra siaga. Kita mengupayakan membantu mengevakuasi warga agar selamat. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka,” pungkasnya.

BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait telah menurunkan tiga perahu karet untuk proses evakuasi. Satu perahu milik BPBD dan perahu dari Destana ditempatkan di Curah Ancar, sementara satu perahu dari Pos SAR dikerahkan ke Desa Curahmalang dan Nogosari. Evakuasi diprioritaskan bagi lansia, perempuan, anak-anak, serta warga yang sakit, termasuk seorang penderita stroke yang langsung dirujuk ke puskesmas setempat.

Berdasarkan data sementara BPBD Jember, sebanyak 3.944 KK terdampak banjir, dengan 299 jiwa terpaksa mengungsi.

Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak terluas, mencapai 3.210 KK. Di Desa Rambipuji, ratusan KK terdampak di sejumlah dusun seperti Curah Ancar, Krajan, Kaliputuh, Kidul Pasar, dan Gudang Kering. Sementara di Desa Nogosari dan Curahmalang, ratusan KK lainnya juga terendam. Sekitar 150 KK di Curah Ancar dan 90 KK di wilayah Gugut dilaporkan telah diungsikan lebih awal.

Selain Kecamatan Rambipuji, banjir juga melanda Kecamatan Kaliwates dengan 199 KK terdampak, termasuk di Kelurahan Jember Kidul (Kampung Ledok), Tegal Besar, Kepatihan, dan Mangli. Di Kampung Ledok, air sempat setinggi paha orang dewasa dan kembali naik setelah sempat surut. Di kawasan Mangli, tepatnya di arah Coca-Cola, debit air hampir meluber ke badan jalan.

Di Kecamatan Bangsalsari tercatat 316 KK terdampak, Kecamatan Balung 184 KK, Kecamatan Sukorambi 33 KK, Kecamatan Kalisat 3 KK, serta Kecamatan Ajung 2 KK. Selain itu, satu pondok pesantren dengan 30 santri turut terdampak genangan.

Secara keseluruhan, delapan kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.

Sebanyak 299 jiwa saat ini mengungsi di beberapa titik di Kecamatan Rambipuji, antara lain di Masjid Nurul Iman Curah Ancar, Balai Desa Rambipuji, serta rumah warga di Dusun Krajan dan Kidul Pasar. Dapur umum mandiri telah didirikan di sejumlah lokasi terdampak dan mendapat dukungan logistik dari Dinas Sosial Kabupaten Jember berupa nasi bungkus siap saji serta bahan kebutuhan pokok.///////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo