Banyuwangi, seblang.com – Ketua DPC PKB Banyuwangi KH. Abdul Malik Syafa’at berpendapat bahwasanya bencana hidrometeologi yang datang bertubi-tubi di Bumi Blambangan bisa saja disebabkan oleh kesalahan dan keserakahan manusia.
Manusia yang menuhankan duniawi ini mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhitungkan dampak lingkungan sehingga membuat ekosistem dan tatanan kehidupan berubah.
Menurut Gus Malik sapaan akrabnya, banjir bandang yang menghancurkan lingkungan, puluhan rumah, jalan dan jembatan di Kecamatan Kalibaru sepekan lalu itu, sebagai salah satu contohnya.

Selain cuaca ekstrem, kata Gus Malik, beralihnya fungsi lahan perkebunan dari kakao menjadi tebu menjadi penyebab faktor utama banjir bandang di wilayah tersebut.
“Hal itupun menyisakan trauma bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah jalur air yang berhulu dari perkebunan,” ujar Gus Malik kepada seblang.com, Sabtu (12/11/2022).
Tak hanya itu saja, banjir bandang yang beberapa waktu lalu juga menerjang Kecamatan Pesanggaran, Wongsorejo, Glenmore, Banyuwangi Kota dan Licin juga berdampak kepada kehidupan sosial masyarakat korban bencana.
Oleh sebab itu, Gus Malik bereaksi keras menanggapi rentetan bencana alam yang datang bertubi-tubi di Kabupaten Banyuwangi. Ia menyerukan tujuh tuntutan yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
Tujuh tuntutan itu yakni :












