Ghofar menuturkan hikmah lain yang didapatkan dengan adanya musibah kebakaran tersebut, pemerintah desa akan melakukan penertibkan lagi. Pihak desa mengupayakan para para penghuni / pedagang di pasar desa tersebut bukti surat atau semacam BPKB bagi kendaraan, yang resmi dan menjelaskan pedagang tersebut menguasai luas lahan berapa meter persegi.
“Nanti surat atau semacam BPKB itu bisa digunakan sebagai agunan ke bank untuk mendapatkan dana pinjaman. Kami akan selalu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPD Tokoh masyarakat dan stakeholder yang lain,” imbuh purnawirawan TNI AD itu.
Selanjutnya dia menuturkan setelah terjadi kebakaran dan melakukan pengecekan secara teliti ternyata pedagang pasar yang asli dari Desa Bajulmati dari 170 orang itu cuma 40 pedagang atau sekitar mungkin 20 persen. Selebihnya merupakan pedagang dari desa lain di sekitar Bajulmati
Sebenarnya di pasar desa sudah ada paguyuban pedagang dan kebetulan pasar desa Bajulmati merupakan unit usahanya yang ditangani oleh Bumdes desa setempat bahkan disana ada juga pengelola pasar. Sehingga agar semua bisa berjalan nantinya akan dilakukan pengaturan agar masing-masing jelas kiprahnya, lanjutnya.
“Harapannya para pedagang ini menghadapi bulan puasa dan lebaran gimana agar cepat bisa berjualan mungkin ada dinas satu lembaga dari mana saja yang bisa membantu dana sekedar untuk atap atau tiang. Nanti yang bersangkutan atau para pedagang akan membangun lapak yang tidak permanen secara mandiri,” pungkas Abdul Ghofar. //









