Catan Redaksi :
Banyuwangi, seblang.com – Gempa bumi yang terjadi pada Kamis (25/9/2025) di perairan utara Selat Bali menimbulkan kerusakan di dua kabupaten, Banyuwangi dan Situbondo. Di Banyuwangi, kerusakan parah terjadi di Kecamatan Wongsorejo, sementara di Situbondo terpusat di Kecamatan Banyuputih.
Kedua kecamatan tersebut memang berbatasan langsung; Wongsorejo berada di ujung timur Banyuwangi, sedangkan Banyuputih terletak di ujung timur Situbondo. Adapun pusat gempa berada di laut, tepatnya di sebelah timur wilayah Wongsorejo.
Hingga siang ini di kedua kecamatan ini BPBD setempat mencatat 71 rumah rusak. Tujuh di Kabupaten Banyuwangi sedang terparah di Situbondo yang mencapai 64 rumah rusak. Namun tidak ada laporan korban jiwa di kedua daerah ini
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani segera meninjau rumah warga yang terdampak gempa bumi magnitudo 5,7 di Kecamatan Wongsorejo, Jumat (26/9/2025). Dalam kunjungan tersebut, Ipuk memastikan pemerintah daerah akan membantu perbaikan rumah warga maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Gempa yang mengguncang Banyuwangi pada Kamis (25/9/2025) sore itu merusak tujuh bangunan, terdiri atas enam dapur rumah warga dan satu atap masjid. “Pemkab bersama BPBD dan Baznas saat ini sedang mendata kebutuhan untuk rehabilitasi bangunan terdampak,” ujar Ipuk.
Dalam peninjauan, Bupati melihat langsung kondisi dua rumah warga di Desa Bimorejo dan Wongsorejo yang bagian dapurnya roboh. Ia juga mengunjungi Masjid Babul Muttaqin di Desa Sidodadi, yang atapnya ambruk akibat guncangan. Pada kesempatan itu, bantuan darurat turut diserahkan, termasuk terpal untuk penutup sementara masjid.
Salah satu warga terdampak, Supiyatik (70), mengaku dapur rumahnya berukuran 5×9 meter ambruk akibat gempa. “Saya kira rumah inti yang roboh, ternyata dapur. Terima kasih Ibu Bupati sudah membantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Takmir Masjid Babul Muttaqin, M. Rokib, menuturkan atap masjid runtuh saat dirinya sedang membersihkan halaman. Beruntung, saat kejadian masjid dalam keadaan kosong karena jamaah telah pulang usai salat asar. “Masjid tetap digunakan untuk Jumatan. Sekarang ditutup terpal sambil menunggu perbaikan,” ujarnya.
Sedang di Situbondo BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) segera melakukan pendataan dan memastikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerusakan fisik tercatat di empat desa di Kecamatan Banyuputih.
“Berdasarkan data sementara, total rumah yang terdampak sebanyak 64 unit, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Ketua BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, pada Jumat, 26 September 2025.
Rincian kerusakan rumah warga tersebar di: Desa Sumberwaru: 25 unit rumah Desa Sumberanyar: 16 unit rumah Desa Wonorejo: 19 unit rumah Desa Sumberejo: 4 unit rumah Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan.










