Situbondo, seblang.com – Data terbaru yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo menunjukkan eskalasi dampak banjir bandang yang terjadi sejak Rabu sore (21/1/2026). Hingga Kamis siang pukul 14.40 WIB, tercatat ribuan rumah warga di lima kecamatan wilayah barat Situbondo terendam banjir akibat cuaca ekstrem.
Banjir bandang yang dipicu curah hujan tinggi tersebut melanda lima kecamatan secara bersamaan, yakni Kecamatan Besuki (wilayah terparah), Kecamatan Banyuglugur, Kecamatan Mlandingan, Kecamatan Bungatan, dan Kecamatan Kendit.

Kecamatan Besuki mencatatkan angka kerusakan tertinggi. Di Desa Pesisir, sebanyak 2.822 rumah warga tergenang air yang tersebar di Dusun Gudang, Krajan, Lesanan Kidul, Lesanan Lor, Mandaran, hingga Petukangan. Sementara di Desa Besuki, sebanyak 2.306 rumah juga dilaporkan terdampak, disusul Desa Kalimas sebanyak 193 rumah dan Desa Demung 44 rumah.
Di wilayah perbatasan barat, Kecamatan Banyuglugur melaporkan total 686 rumah terendam, dengan rincian 246 rumah di Desa Kalianget dan 440 rumah di Desa Lubawang. Di Desa Kalianget, dilaporkan satu unit rumah mengalami rusak total.
Wilayah lain yang turut terdampak yakni Kecamatan Mlandingan (Desa Selomukti) dengan 169 rumah terdampak, Kecamatan Bungatan (Desa Mlandingan Wetan) sebanyak 113 rumah, serta Kecamatan Kendit dengan total 154 rumah.
Berdasarkan laporan pendahuluan BPBD, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban hilang maupun luka-luka akibat banjir. Terkait laporan adanya warga tersengat listrik, Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui program Berantas+ telah mengambil langkah penanganan khusus untuk pembiayaan dan santunan.
Sejak kejadian pada Rabu pukul 17.30 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, Tagana Dinsos, serta relawan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi.
Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Wakil Bupati Ulfiyah juga telah memimpin rapat koordinasi lintas sektor hingga dini hari dan kembali meninjau lokasi terdampak pada Kamis pagi. Fokus utama penanganan saat ini meliputi pengaktifan dapur umum, pembersihan material lumpur di jalur nasional menggunakan alat berat, serta distribusi logistik dan bantuan bagi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul melalui Pusdalops mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat kondisi cuaca yang masih mendung, potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Situbondo.
“Data ini merupakan laporan awal yang bersifat dinamis. Tim di lapangan masih terus melakukan pendataan dan validasi terhadap kerusakan rumah maupun fasilitas umum lainnya,” pungkasnya, Kamis (22/1/2026).////////










