Sementara Wijang Soekatno, Salah seorang warga Kelurahan Banjarsari Glagah yang sering melintas jembatan tersebut memiliki lahan pertanian di desa Gumuk mengaku sudah lama melihat jembatan tersebut rusak.
Bahkan mantan Kepala Sekolah SD itu merasa takut kalau melintas di atas jembatan kuatir kalau sewaktu berada diatas akan terperosok bersama mobilnya. Padahal mobilnya jenis pick up.
“Sekarang saya tidak berani Mas meskipun kendaraan saya pick up lebih aman muter lewat Jelun meskipun agak jauh. Tetapi orang-orang gak tahu kok berani kalau longsor tidak tahu seperti apa jadinya karena sungainya dalam,” jelas Wijang.
Selanjutnya dia berharap agar pemerintah desa Paspan atau Gumuk untuk mengusulkan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk segera memperbaiki jembatan.
“Yang penting segera bisa dilewati karena jembatan ini sangat vital bagi masyarakat desa Paspan maupun masyarakat desa Gumuk Kecamatan Licin karena apabila harus muter lewat desa Jelun jaraknya lumayan jauh,” pungkas Wijang.










