Pendangkalan tersebut, jelas Guntur, sangat signifikan sebagai biang banjir. Setahun rata-rata mencapai 10 cm. Untuk itulah normalisasi sungai sementara menjadi solusi.
Akan tetapi, karena musim hujan, alat berat sementara belum bisa masuk. Lantaran dikhawatirkan sewaktu-waktu banjir datang, alat berat bisa terbawa aliran sungai.
“Tindakan preventif yang utama kita lakukan untuk membantu warga adalah meninggikan tanggul hingga 1 meter guna menahan laju air lanjutan dari bagian barat lokasi banjir,” ujarnya.

Penanganan banjir tersebut, imbuh Guntur, tidak hanya sungai di kawasan Kecamatan Banyuwangi saja, melainkan juga sungai di kawasan Banyuwangi selatan. Pasalnya, alih fungsi lahan hampir merata terjadi di Banyuwangi.
“Harus segera digalakkan kembali konservasi dengan mengembalikan fungsi tanaman sehingga jika hujan turun tidak membawa material yang mengakibatkan penumpukan sedimen di aliran sungai,” pungkasnya./////












