Atas peristiwa tersebut, Danang pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berteduh dan memarkir mobil di bawah pohon, baliho, atau tempat-tempat rawan untuk menghindari dampak angin kencang.
“Mengingat Banyuwangi sudah memasuki puncak musim hujan pada Januari – Februari. Kami imbau masyarakat selalu waspada menghadapi cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Sementara itu Forecaster BMKG Banyuwangi, Mardani R. Gumintar, S.Tr., mengatakan kecepatan angin di Banyuwangi pada Sabtu (20/1/2024) siang tercatat mencapai 12~20knot atau setara 37,04 kilometer per jam.
“Angin kencang tersebut merupakan dampak dari siklon tropis Anggrek yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Bengkulu dan bibit siklon tropis 99S di daratan Australia bagian utara,” katanya.











