“Kita tidak boleh lengah. Kota Mojokerto memiliki potensi risiko bencana yang harus diwaspadai bersama, terutama di kawasan permukiman padat penduduk,” tegasnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Baik dalam perayaan Nyepi maupun terkait perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri.
“Pemkot Mojokerto telah menyiapkan skenario antisipasi, termasuk penyediaan lokasi salat Id agar seluruh masyarakat tetap dapat beribadah dengan nyaman. Kami pastikan pemerintah hadir memberikan fasilitasi, baik bagi yang merayakan lebih awal maupun yang berbeda hari, agar semua dapat menjalankan ibadah dengan khidmat,” jelasnya.
Mengakhiri arahannya, Ning Ita mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat sinergi demi menjaga ketentraman dan ketertiban Kota Mojokerto, sekaligus menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. (hari)











