Kejar Target 12 Jembatan, TNI AD Mulai Bangun Perintis Garuda di Songgon Banyuwangi

by -3 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Program pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda yang digagas TNI AD terus dikebut di Banyuwangi. Kodim 0825 menargetkan pembangunan 12 jembatan di sejumlah titik, dengan Desa Songgon menjadi salah satu prioritas awal.

Saat ini, prajurit TNI AD tengah membangun jembatan gantung sepanjang 45 meter di atas Sungai Binau yang menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Gumuk Candi. Infrastruktur ini menjadi kebutuhan mendesak setelah jembatan beton sebelumnya ambruk diterjang banjir bandang pada 2025 lalu.

Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, mengatakan pembangunan jembatan gantung dilakukan secara bertahap dengan menyasar wilayah yang paling membutuhkan.

“Target kami ada 12 jembatan Perintis Garuda yang sudah kami ajukan ke atasan. Nanti akan dibangun bertahap di titik-titik yang membutuhkan,” ujarnya saat ground breaking di Songgon, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, jembatan di Songgon merupakan proyek kedua setelah sebelumnya jembatan serupa telah beroperasi di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung.

Jembatan dengan lebar 1,6 meter itu dirancang dapat dilalui kendaraan roda dua, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian warga. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

Selain membuka akses antar dusun, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi serta mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.

“Apalagi lokasinya juga dekat dengan Pasar Songgon, sehingga akan sangat membantu mobilitas warga,” tambah Triyadi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi langkah TNI AD yang dinilai mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat.

Ini bentuk sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Mujiono.

Dengan target 12 jembatan tersebut, diharapkan semakin banyak wilayah di Banyuwangi yang terbuka aksesnya, terutama daerah yang selama ini terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur. (*)

iklan warung gazebo