Banyuwangi, seblang.com – Media bukan sekadar corong informasi, tapi juga benteng pertahanan bangsa. Pesan itulah yang ditegaskan Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc., saat berbincang dengan awak media di Om Kim Cafe & Resto. Acara bertajuk “Ngopi Bareng Awak Media” ini diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media, Kamis (28/8/2025) malam.
Turut hadir mendampingi Danlanal, Palaksa Mayor Mar I Nyoman Suarmika, Pasintel Kapten Laut (P) Tommy HK, serta jajaran perwira Lanal lainnya. Suasana forum berlangsung hangat, jauh dari kesan formal, meski topik yang dibahas sangat serius: peran media di era perang modern.
“Dalam konteks perang informasi, media bukan hanya alat komunikasi, tapi senjata strategis. Dari pengalaman saya belajar di Pakistan dan Amerika, media bisa membingkai kepentingan nasional bahkan mengarahkan opini publik,” ungkap Letkol Puji Santoso.
Ia menambahkan, di luar negeri media bahkan diposisikan sebagai unit khusus dalam simulasi perang karena perannya yang vital. Indonesia, dengan segala kekayaan sumber daya, menurutnya sangat berpotensi menjadi sasaran perang informasi, sehingga kolaborasi antara aparat pertahanan dan media mutlak diperlukan.
“Media adalah bagian dari organisasi perang modern. Kita harus punya kesadaran kolektif agar media bisa menjadi benteng kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Acara berlanjut dengan perkenalan jajaran perwira Lanal dan juga jurnalis yang hadir lalu dilanjutkan dengan diskusi santai seputar pemberitaan di Banyuwangi.
Forum kemudian ditutup dengan ramah tamah. Bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi simbol nyata pentingnya kolaborasi media dan aparat pertahanan dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat peran Banyuwangi sebagai daerah maritim strategis.///////