Penyelidikan Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Capai 70 Persen, Titik Lokasi Kapal Teridentifikasi

by -22 Views
Writer: Ali Sam’ani
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com Penyelidikan insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali kini telah mencapai 70 persen. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim ahli dari sejumlah universitas dan lembaga standarisasi terus mengumpulkan data faktual untuk mengungkap penyebab kecelakaan laut tersebut.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan lembaga riset dan akademisi. Saat ini, tim fokus pada pengumpulan data virtual, wawancara dengan pihak-pihak terkait, serta pemetaan kronologi kejadian sebelum kapal tenggelam.



“Kurang lebih kita sudah mengumpulkan 70 persen data terbaru. Nanti kalau sudah dapat dari BKI, itu bisa mendekati 100 persen. Jadi setelah pengumpulan data faktual, kita masuk ke fase analisis, lalu temuan dan kesimpulan, serta rekomendasi,” ujar Soerjanto dalam sesi wawancara doorstop, Selasa (8/7/2025).

Ia menegaskan bahwa investigasi dilakukan secara menyeluruh dan independen, guna mencegah insiden serupa di masa mendatang. KNKT juga berkomitmen menjaga standar keselamatan transportasi laut sebagai prioritas nasional.

Sementara itu, dalam proses pencarian yang masih berlangsung, tim juga berhasil mengidentifikasi lokasi baru yang diduga kuat sebagai posisi badan kapal. Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksma TNI Endra Hartono, menjelaskan bahwa deteksi dilakukan pada beberapa titik referensi menggunakan teknologi sonar dan pemetaan bawah air.

“Hari ini kami fokus pada dua titik, yaitu titik referensi 5 dan titik 4 serta 7. Di titik 5 sebelumnya terdeteksi adanya logam, namun setelah dilakukan scanning ulang dengan side scan sonar portable oleh tim Dislambair, dipastikan bahwa objek tersebut bukan badan kapal KMP,” jelas Laksma Endra.

“Selanjutnya, menggunakan KRI Pulau Panildo, kami melaksanakan deteksi di titik 4 dan 7. Berdasarkan hasil sensor sonar, objek yang diduga sebagai badan kapal berada di titik referensi 4, tepat di tengah area pencarian. Untuk hasil lebih lanjut, termasuk pemetaan 3D dan sebagainya, masih dalam proses dan akan kami sampaikan setelah data lengkap,” tambahnya.

Operasi pencarian dan investigasi terus dilanjutkan secara intensif oleh Basarnas, TNI AL, KNKT, dan sejumlah lembaga terkait lainnya, hingga seluruh korban ditemukan dan penyebab kecelakaan berhasil diungkap secara menyeluruh.////////

iklan warung gazebo