Disperindag Blitar Gelar Pelatihan SDM dan Manajemen untuk Buruh Rokok

by -8 Views
Writer: M Adip Raharjo
Editor: Herry W. Sulaksono

Blitar, seblang.comPemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas bagi buruh dan pelaku industri hasil tembakau. Program ini didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), manajemen keuangan, dan pengelolaan gudang.

Kepala Bidang Industri Disperindag Kabupaten Blitar, Temy Sevidiana, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus mendorong industri rokok lokal agar lebih adaptif dan kompetitif. Menurutnya, peningkatan daya saing industri tembakau tidak cukup hanya dengan peralatan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kualitas SDM yang baik.



“Program pelatihan kami susun bertahap dan terstruktur, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan para pelaku industri rokok di Kabupaten Blitar. Kami ingin sektor ini tetap berkelanjutan dan bisa menjawab tantangan zaman,” kata Temy saat ditemui pada Rabu (9/7/2025).

Disperindag mencatat ada tiga jenis pelatihan yang diberikan kepada pelaku industri hasil tembakau. Pertama, pelatihan pelintingan rokok sebanyak tiga tahap, ditujukan bagi pekerja baru maupun yang sudah berpengalaman untuk meningkatkan keterampilan teknis mereka. Kedua, pelatihan penguatan SDM karyawan pabrik sebanyak dua tahap, yang lebih menitikberatkan pada pengembangan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan motivasi kerja.

“Pekerja adalah tulang punggung operasional pabrik. Dengan pelatihan ini, kami ingin membentuk tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tapi juga memiliki semangat dan etos kerja yang baik,” jelas Temy.

Ketiga, pelatihan pengelolaan SDM, keuangan, dan gudang yang digelar satu tahap. Pada pelatihan ini, peserta dilatih untuk memahami pentingnya integrasi antarunit kerja serta bagaimana mengelola usaha secara efisien dan profesional.

“Kami banyak menemukan bahwa aspek manajerial seringkali menjadi kendala di tingkat pabrik. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat koordinasi internal dan kemampuan manajemen agar operasional menjadi lebih optimal,” tambahnya.

Seluruh kegiatan pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga pelatihan profesional sejak Juni 2025. Materi pelatihan disusun berdasarkan masukan dari pelaku industri dan hasil evaluasi kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Temy berharap dukungan dari DBHCHT dapat terus dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri tembakau di Blitar.

“Semoga hasil dari pelatihan ini bisa dirasakan langsung oleh para pekerja dan berdampak positif pada kinerja industri secara keseluruhan,” tutupnya. (adv/kmf)

iklan warung gazebo