5 Update Terbaru Perang Dagang Trump: Tarif Naik hingga 70%, Negara BRICS Kena Imbas

by -18 Views

Jakarta,Seblang.com – Perang dagang global kembali memanas setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan memberlakukan tarif baru hingga 70% terhadap sejumlah negara mitra dagang. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk tekanan agar negara-negara tersebut segera menyelesaikan perjanjian dagang dengan AS. Berikut lima poin penting perkembangan terbaru:

1. Ultimatum Trump, Tarif Mulai Diberlakukan 1 Agustus

Trump mengirim “surat tarif” kepada 12–18 negara sebagai peringatan bahwa jika kesepakatan dagang tidak tercapai hingga 1 Agustus 2025, maka tarif tinggi akan diberlakukan. Menkeu AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa ini bukan ancaman, tapi keputusan final.



2. Tarif Baru Capai 70%

Trump menyebut tarif baru bisa mencapai antara 10% hingga 70%, tergantung pada negara dan status negosiasi. Negara-negara seperti Korea Selatan, Indonesia, Swiss, dan Uni Eropa menjadi target utama. Tarif ini disebut sebagai bentuk “balasan timbal balik” atas kebijakan dagang yang dinilai merugikan AS.

3. Negara BRICS Dikenai Tambahan Tarif 10%

Trump menargetkan negara-negara anggota BRICS yang dianggap “anti-Amerika” dengan tambahan tarif 10%. Negara seperti China, Rusia, Brasil, India, hingga Indonesia masuk dalam daftar. Trump menegaskan kebijakan ini tanpa pengecualian.

4. KTT BRICS Serang Kebijakan AS

Kelompok BRICS melalui KTT di Brasil mengecam kebijakan proteksionis AS. Mereka menilai tarif tinggi merusak sistem perdagangan global yang adil. Kritik tersebut secara tersirat diarahkan pada kebijakan Trump.

5. China Tanggapi Peningkatan Tarif

Terkait kebijakan tarif terhadap negara BRICS, China merespons dengan menyerukan kerja sama dan menolak konfrontasi. Pemerintah China menekankan bahwa proteksionisme hanya akan memperburuk kondisi global dan menyatakan BRICS bukan forum konfrontatif, melainkan platform kerja sama negara berkembang.

Kebijakan tarif baru Trump menjadi sinyal kuat bahwa perang dagang bisa kembali memuncak. Pemberlakuan tarif tinggi terhadap mitra dagang utama dan anggota BRICS bisa memicu gejolak ekonomi global, termasuk bagi negara seperti Indonesia. Dunia pun kini menanti respons selanjutnya dari negara-negara yang terdampak.

iklan warung gazebo