Selain Puluhan Murid Masuk Jalur SNBP, Sebanyak 113 Siswa SMKN Ihya’Ulumudin Banyuwangi Langsung Kerja

by -47 Views
Writer: Hari Purnomo
Editor: Herry W. Sulaksono
iklan aston

Banyuwangi, seblang.com – Tidak mau kalah, sebanyak 41 siswa SMKN Ihya’Ulumudin Singonjuruh Banyuwangi berhasil diterima masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) tahun 2025. Selain itu yang paling membanggakan, sebanyak 113 Siswa langsung diterima kerja di beberapa perusahaan milik BUMN.

Mereka diterima di beberapa PTN ternama yang ada di wilayah Indonesia, bahkan ada siswanya ada yang di terima di Institut Seni Indonesia Denpasar dan Universitas Airlangga Surabaya.



Kepala SMAN Ihya’Ulumudin Mohamad Maliki,M.Pd mengucap rasa syukur yang mendalam terhadap sang pencipta siswanya masih banyak yang diterima masuk PTN melalui jalur SNBP 2025 dan ada yang langsung diterima bekerja oleh perusahaan.

“Alhamdulillah, SNBP 2025 SMKN Ihya’Ulumudin Kecamatan Singonjuruh Banyuwangi sebanyak 41 siswa di terima masuk PTN melalui jalur SNBP. Setiap tahunnya puluhan siswa kami masuk melalui jalur SNBP dan diterima. Bukan hanya itu SMKN Ihya’ulumudin juga mencetak siswa yang siap bekerja, untuk tahun 2025 ini sebanyak 113 siswa langsung diterima masuk kerja di beberapa perusahaan seperti milik BUMN maupun perusahaan – perusahaan terkenal lainya di indonesia,” tuturnya, Kamis(20/3/25).

Ini merupakan salah satu indikator penilaian kinerja siswa, baik hard skill, soft skill maupun life skill selama melaksanakan PKL dan mendapatkan hasil yang baik. Hal itulah yang membuat perusahaan menawarkan pekerjaan kepada siswa meskipun mereka belum lulus sekolah.

Meski direkrut, terdapat persyaratan dari pihak sekolah yang harus dipenuhi perusahaan. Antara lain kepastian kontrak kerja, status karyawan bukan harian lepas, termasuk besaran gaji sesuai dengan standar UMK.

“Kami akan memastikan semua prosedur dan syarat terpenuhi sehingga siswa kami mendapatkan jaminan dalam bekerja, termasuk terkait besaran gaji yang akan mereka peroleh,” tegasnya.

Untuk menuju Indonesia Emas, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi sangat berharap kepada seluruh siswa Indonesia khususnya di Banyuwangi dapat memasuki fase Indonesia Emas pada 2045 dengan memanfaatkan bonus demografi sebagai kekuatan ekonomi global dan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan berkompeten. Pendidikan vokasi di Indonesia, baik di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi, menjadi kunci utama SDM yang siap kerja.

Melalui Kepala Cabang Dinas pendidikan Kabupaten Banyuwangi Ahmad Jaenuri, pendidikan menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian utama.

Sebab, hal itu sebagai tolak ukur menyiapkan generasi pelajar SMK menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, tantangan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (dudika) semakin kompetitif.

Beberapa industri bahkan sudah beralih pada teknologi. Untuk itu, sekolah vokasi atau SMK di kabupaten Pulau Jawa ujung timur ini harus terus beradaptasi terhadap hal ini.

“Dengan peningkatan, penguatan kapasitas, kemampuan, dan kompetensi yang dimiliki akan membuka peluang lulusan SMK untuk semakin diterima di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (dudika).

Dan Alhamdulillah tingkat serapan lulusan SMK di banyuwangi terus meningkat,Ini semu berkat kerja sama dan kolaborasi antar sekolah dan wali murit, Semenjak saya di Banyuwangi yang saya lakukan dan terapkan terhadap sekolah ialah kolaborasi ,kordinasi dan berkreasi,” pungkasnya.///////

iklan warung gazebo