Program Parenting Massal bagi Orangtua di Banyuwangi Selaraskan Pendidikan Anak

by -2641 Views
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com  – Menyatukan visi pendidikan antara sekolah dan rumah menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan program Sekolah Orang Tua Hebat (Sobat) yang menyediakan edukasi parenting massal bagi ribuan orang tua murid di Banyuwangi.

Sebagai upaya menjembatani kesenjangan pola asuh, program Sobat mengajari para orang tua terkait pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengasuh buah hati. Tujuannya, agar pengajaran di rumah selaras dan saling menguatkan dengan pendidikan di sekolah.

--

“Program ini membantu orang tua memahami perkembangan anak sesuai zamannya. Mereka bisa mempelajari pendekatan yang tepat untuk anak-anaknya,” ungkap Ipuk dalam peluncuran di Pendopo Sabha Swagata, Senin (20/5/2024).

Lebih lanjut, Ipuk mengharapkan Sobat dapat membantu orang tua mengenali karakter anak, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta menggali potensi anak, baik akademis maupun non-akademis. Program ini juga diharapkan dapat mencegah bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Dalam implementasinya, Banyuwangi menyiapkan 588 fasilitator berpengalaman, terdiri dari psikolog dan guru bersertifikat parenting. Setiap angkatan akan menempuh 16 pertemuan selama empat bulan dan mendapat sertifikat.

“Untuk angkatan perdana, 8.515 orang tua/wali murid dari 337 lembaga PAUD, SD, dan SMP telah mengikuti program ini,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Suratno.

Suratno menambahkan, setiap angkatan akan menempuh waktu pendidikan selama empat bulan dengan 16 kali pertemuan. Setiap pertemuan berisi tema materi yang berbeda.

Di antaranya tema memahami perkembangan anak, pengembangan bakat minat anak, dukungan orang tua dalam penumbuhan budi pekerti, mandiri, dan tanggung jawab, hingga peran orangtua dalam bullying dan kekerasan.

“Kami berharap untuk angkatan selanjutnya jumlahnya akan semakin banyak karena semakin banyak orangtua yang sudah mengetahui manfaatnya,” kata Suratno

Dalam peluncuran tersebut turut hadir Kepala Pusat Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek, Rusprita Putri Utami yang terhubung secara virtual.

Ruspita mengapresiasi apa yang telah dilakukan Banyuwangi. Dia mengatakan tantangan pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya keterlibatan orangtua dalam pendidikan dan pola asuh anak secara langsung.

Hal ini tidak lepas dari kurangnya edukasi pada orangtua. Salah satu indikatornya hasil survei nasional menunjukkan hanya 23 persen orangtua yang mendapatkan pendidikan parenting.

“Saya sangat bahagia Banyuwangi meluncurkan program ini sebagai upaya pelibatan orangtua. Dengan program ini harapannya terjadi keselarasan dan kesinambungan pada pendidikan anak di rumah dan di sekolah serta membentuk karakter dan pribadi anak secara utuh,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.