Ribuan KK di Kunjorowesi Mojokerto Kesulitan Air Bersih, Warga Bergantung Air Hujan dan Bantuan Pemerintah

by -765 Views
Writer: Budi Widayat
Editor: Herry W. Sulaksono
Warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto antri bantuan air bersih, Senin (19/06/23).

Mojokerto, seblang.com – Musim kemarau berkepanjangan saat ini mengakibatkan ribuan Kepala Keluarga (KK) di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, krisis air bersih. Warga yang tinggal di daerah lereng gunung penanggungan ini hanya menunggu air hujan memasak dan mencuci. Namun sejak sebulan ini, warga hanya menunggu bantuan air bersih dari pemerintah.

Sultoniyah (50), warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro mengatakan, sudah satu bulan ini warga kesulitan air bersih karena tidak turun hujan. Untuk kebutuhan masak, mencuci warga harus mencari air bersih dari bawah untuk kebutuhan sehari hari.



“Sekitar satu bulan ini tidak ada hujan, ya harus cari air bersih dari bawah jaraknya jauh”,  kata Sultoniyah.

Hal yang sama juga dikatakan Supanah (60), warga yang lain. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus turun ke daeeah bawah yang jaraknya sekitar 5 kilometer untuk membeli air bersih. Biasanya per jeriken air isi 20 liter harganya 5 ribu rupiah.

“Untung ada bantuan dari pemerintah yang mengirim air bersih dengan truk tangki. Warga tidak susah susah cari ke tempat jauh,” jelas Supanah.

Sementara Susi Sudarmanto, Kepala Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro menjelaskan, krisis air beraih di desanya selalu terjadi saat musim kemarau. Ini karena secara topography  wilayah Kunjorowesi berada di lereng gunung Penanggungan. Sehingga tidak bisa membuat sumur biasa.

“Ada sekitar 1500 KK yang krisis air bersih setiap musim kemarau. Warga yang krisis air bersih ada di Dusun Kandangan dan Dusun Kunjoro,” kata Sudar.

Menurutnya, Pemerintah Desa selalu berkoordinasi dengan Kecamatan dan Pemerintah Daerah dalam menangani masalah air bersih di Desa Kunjorowesi. Selama ini, Kata Sudar, selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten selalui menyuplai air bersih pada warga terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah krisis air berlih langganan ini. Mudah mudahan ada solusi untuk masalah ini,” ungkapnya.

Sementara data Badan Penaanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah penduduk yang terdampak kekeringan air bersih mencapai di Mojokerto totalnya 7.589 jiwa atau 2.409 KK. Rincianya, Desa Kunjorowesi sebanyak 4.937 jiwa atau sebanyak 1.556 KK, di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Noro total 1.861 jiwa atau 597 KK serta Desa Duyung totalnya 791 jiwa atau 256 KK./////

iklan warung gazebo