Banyuwangi, seblang.com – Tiga orang siswa terduga pelaku tindak kekerasan terhadap juniornya di SMKN 1 Kalipuro, mendatangi kediaman keluarga korban TG (16), Sabtu (29/1/2022).
Didampingi pihak sekolah dan masing-masing orang tuanya, para terduga pelaku berinisial AG, RGF, dan ASR meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Pihak sekolah berharap kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami dari pihak sekolah berusaha memediasikan para Taruna (pelaku dan korban) yang terlibat, dimana mereka semuanya adalah anak didik kami,” Kata Sulistyowati, Waka Humas SMKN 1 Kalipuro.

Menurutnya, proses mediasi tersebut berjalan dengan lancar. Kedua belah pihak telah menulis surat pernyataan di atas materai sepakat untuk damai.
“Kami tidak ingin adanya kasus ini anak-anak kami harus keluar sekolah. Untuk itu, kami ingin permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” imbuhnya.
Sulistyowati pun meminta kepada korban TG untuk dapat masuk sekolah kembali seperti sedia kala.
Ratna, orang tua korban mengaku telah memaafkan para terduga pelaku. Namun, dia meminta kepada ketiganya untuk tidak mengulangi tindak kekerasan tersebut kepada para juniornya.
“Saya juga meminta pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan kepada para siswa agar hal serupa tak terulang,” kata Ratna.
Ratna mengungkapkan, awalnya dia merasa khawatir akan kondisi buah hatinya yang mengeluh sakit pasca kejadian, Selasa (25/1/2022) kemarin. Diapun membawa TG berobat di sebuah Klinik.
“Untuk rasa sakit di dada sudah berkurang. Tinggal di perutnya,” ujarnya.
Kendati demikian, Dedy, Paman korban mengungkapkan ketidakpuasannya. Pasalnya, Kepala Sekolah SMKN 1 Kalipuro tak ikut serta dalam proses mediasi tersebut.
“Kami menyayangkan Kepala Sekolah Tidak datang dalam kesempatan ini. Kami merasa disepelekan,”ujar Dedy.
Bagaimanapun juga, kata Dedy, ini tanggung jawab Kepala Sekolah lantaran peristiwa kekerasan tersebut terjadi di lingkungan sekolah karena diduga kurangnya pengawasan.












