Kapolresta Banyuwangi Diskusi Kebangsaan Bersama  AMPIBI : Tolak Berita Hoax 

by -732 Views
Writer: Hari Purnomo
Editor: Herry W. Sulaksono
Kapolresta Banyuwangi diskusi dengan AMPIBI

Banyuwangi, seblang.com – Bertempat di sebuah café di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi Aliansi Masyarakat Perduli Banyuwangi (AMPIBI) bersama Forum Group Discussion (FGD) gelar diskusi kebangsaan dengan tema Lawan dan Antisipasi Berita Hoax, Ujaran Kebencian dan Isu Sara.

Acara yang mengundang beberapa  unsur elemen masyarakat, aktivis, ormas serta cendikiawan dan pengamat lingkungan untuk mewujudkan Banyuwangi  kondusif aman dan sejuk, Kamis (27/1/2022)



Dalam gelaran tersebut narasumber yang di hadirkan oleh pihak AMPIBI ada Riski Alfian Restiawan jurnalis Times Indonesia, ada Yuslan selaku wakil ketua DPC Lakumham dan juga Anton Yahya Al Gustom  selaku ketua Laskar Putih.

Acara yang berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan itu juga dihadiri oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu.

Dalam sambutanya ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Ampibi. “Kami mengapresiasi kepada rekan-rekan Ampibi yang sudah mengadakan suatu kegiatan positif dengan adanya  forum group diskusi dengan tujuan untuk mencegah berita hoax, ujaran kebencian dan juga isu sara. sehingga menciptakan Banyuwangi yang lebih  kondusif,” kata Kapolresta

Sementara itu dalam pesannya  Kombes Pol Nasrun Pasaribu juga berpesan “Apa yang dilihat, dirasakan harus dilihat fakta sebenarnya agar kita tidak mudah terprovokasi,”tegas Kapolresta

Dalam kesempatan yang sama Samsuri selaku pengamat dan sekaligus aktivis lingkungan putra asli Kecamatan Glenmore dalam sambutannya mengatakan acara ini merupakan ajang diskusi yang sangat luar biasa.

“Dengan kian canggihnya informasi yang di tunjang oleh ribuan karekter memang sudah semestinya kita semua memadukan misi untuk tolak berita Hoax, ujaran kebencian hingga isu sara tidak hinggap di kabupaten Banyuwangi,” paparnya

Hal senada juga di Katakan ketua AMPIBI Wilayah Banyuwangi Mamat. Ia mengatakan semoga dengan agenda yang sudah terlaksana ini, menjadikan masyarakat lebih bisa membedakan mana berita hoax dan berita informasi yang dapat dipercaya.

“Karena pada intinya, media massa yang merupakan media jurnalisme yang sepenuhnya dapat di percaya melalui informasi yang ter upload dengan badan hukumnya,” katanya.

Lebih lanjut Mamad mengatakan media sosial adalah media sharing, yang mana kapanpun secara perorangan bisa mengunggahnya tanpa berbadan hokum. “Bagi masyarakat sangat butuh informasi harus dikaji terlebih dahulu agar mengetahui kebenarannya,” pungkas Mamad. //

iklan warung gazebo