Banyuwangi, seblang.com – Komisaris seblang.com, Erwin Yudianto, SH. menanggapi adanya peristiwa penganiayaan yang menimpa salah satu wartawan seblang.com, Febri Wiantono, saat menonton turnamen bola volly, di Dusun Jatipasir, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut Erwin, peristiwa penganiayaan yang menimpa wartawannya tersebut telah ditangani dengan baik oleh petugas. Dia pun mempercayakan sepenuhnya kasus penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. Dirinya yakin aparat kepolisian akan bertindak profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan warga.
“Memang Febri wartawan kita. Kemarin pagi sempat melaporkan kejadian tersebut kepada kantor. Karena kita tidak tahu kejadiannya seperti apa di lapangan, ya kita langsung arahkan yang bersangkutan untuk segera melaporkan ke Polsek setempat agar bisa diusut kasus penganiayaan yang dialaminya,” kata Erwin, Jumat (14/1/2022)
Dari pengakuan Febri, kejadian itu bermula saat dirinya pergi melihat turnamen bola volly di wilayah Kecamatan Kalibaru yang tak jauh dengan tempat tinggalnya.
Di sana Febri melihat turnamen bola volly sedang berlangsung meriah. Para suporter pendukung masing masing klub saling berteriak memberikan semangat kepada para pemain yang didukungnya.
Namun tiba-tiba saja, saat itu Febri didatangi oleh seseorang yang juga sebagai penyiar pertandingan. Pria tersebut langsung memukul bagian dadanya tanpa alasan yang jelas.
Febri pun berusaha menanyakan penyebab dia dipukul, tapi orang tersebut langsung pergi. Tak berselang lama, pria yang memukul Febri itu kembali datang sambil membawa senjata tajam berupa clurit bersama kedua rekannya, hingga penonton pun berteriak-teriak dan berusaha melerai.
“Saya ini tidak tau persoalannya apa, kok tiba tiba saya didatangi dipukul bagian dada saya dan pergi begitu saja. Kemudian dia kembali bersama dua orang sambil membawa sajam,” kata Febri menceritakan.
Lebih lanjut Erwin mengatakan jika persoalan itu kini sudah ditangani pihak Kepolisian Polsek Kalibaru. Febri juga sudah divisum dan dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Meski demikian Erwin juga sempat berkoordinasi dengan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu, S.I.K .meminta agar persoalan ini dapat diproses seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.
“Terlepas Febri seorang wartawan atau tidak, tidak boleh seseorang semena-mena melakukan penganiayaan kepada orang lain. Terlebih jika benar penganiayaan itu membawa senjata tajam di tempat umum yang dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain,” kata Erwin.
Sementara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabar membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan Febri Wiantono dilokasi pertandingan turnamen volly. Laporan itu langsung ditangani sesuai SOP yg berlaku dan segera digelarkan.
“Iya laporannya sudah kami proses. Hasil visum tidak ada bekas dan tidak mempengaruhi aktivitas pelapor kerja 1 x 24 jam. Tapi memang benar telah terjadi peristiwa penganiayaan, tetapi ringan. Untuk itu kami segera sidangkan tipiring hari Selasa nanti,” kata Abdul Jabar.
Terkait senjata tajam yang diduga dibawa pelaku penganiayaan, pihak kepolisian masih menyelidiki kebenarannya. “Jika terbukti akan diproses terpisah,” pungkas Jabar. //