Lumajang, seblang.com – Sudah dua minggu pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2021, selanjutnya operasi bentuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) akan dilaksanakan sebagai operasi lanjutan, yang berlokasi di Jembatan Timbang Klakah dan Kecamatan Pronojiwo dengan melakukan pemeriksaan Covid-19, operasi Yustisi dan kegiatan patroli ke tempat-tempat wisata.
Pada kegiatan Operasi Ketupat Semeru 2021 ini, kata Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, ada kejadian 4 laka lantas, dengan dua korban meninggal dunia.
Dan pada kegiatan penyekatan larangan mudik lebaran, telah dilakukan pemutar balikan kendaraan diantaranya ada 1029 motor, 1454 mobil, 3 bus dan 89 mobil barang.
“Untuk kendaraan truk tidak ada yang di putar balikan,” ungkapnya saat press rilis sore tadi di halaman Mapolres Lumajang.
Sejumlah isu yang beredar di beberapa media sosial, Kapolres menanggapinya dan menyampaikan jika ada beberapa peristiwa kejadian yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Dugaan warga padang terkena petasan atau mercon, ternyata itu bukan mercon atau petasan, melainkan anak tersebut terbentur tembok saat orang tuanya menyulut mercon, anak kaget, membentur tembok dan peristiwa ini tidak dilaporkan,” bebernya.
Adanya video viral terkait anak yang tenggelam di pantai, itu kata kapolres Lumajang adalah anak warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari yang hanyut kena ombak.
“Itu bukan warga dari luar kota, melainkan warga Kecamatan Tempursari sendiri, karena kelalaian orang tua, anaknya disambar ombak,” paparnya lagi.









