Menikmati Sajian  Mie Goreng “Pak Min” Langganan Para Bupati Banyuwangi

by -703 Views
Pak Min menyiapkan mi goreng untuk pembeli
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Bagi warga Banyuwangi yang masuk generasi tahun 1970 sampai 1980 atau pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam era kepemimpinan bupati T. Purnomo Sidik dan Samsul Hadi (alm) lidah mereka akrab dengan rasa khas Mie Pak Min. Salah satu kuliner yang bisa dinikmati di tengah kota ujung timur pulau Jawa dan dikenal sebagai surganya pariwisata termasuk bagi pecinta kuliner.

Menurut Pak Jimin, perintis sekaligus pemilik lapak mie yang ada gang jalan di dekat Bank Buana (Bank UOB Indonesia KCU Banyuwangi yang ada di jalan PB Soedirman Banyuwangi) pada masa bupati Purnomo Sidik dan Samsul Hadi, gerobak mie nya sering dibawa ke pendapa untuk melayani para tamu dan undangan yang hadir.

iklan aston

Demikian pula dengan keluarga Abdul Kahfi (mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta) apabila pulang saat hari raya Idul Fitri bisa dipastikan datang ke tempat jualannya.

”Tahun ini karena ada pandemi wabah Covid 19 para pelanggan setia yang biasanya setiap tahun datang menikmati mie goreng, mie godhok dan nasi goreng masakannya tidak ada yang pulang,” jelasnya.

Pria asal kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah memulai jualan mie sekitar tahun 1970 dengan keliling wilayah kota Banyuwangi dan masih ada sisa dagangannya, maka dia biasa mangkal di sekitar kawasan Simpang Lima Banyuwangi.

Dari jerih payahnya jualan mie ayah tiga anak tersebut mampu membeli satu unit rumah sederhana untuk tinggal bersama istri, anak dan keluarga tercinta.

Pak Min menuturkan dalam usianya yang cukup tua, untuk membuat mie dan menyiapkan jualanya saat ini dibantu oleh salahseorang putranya.

”Anak lelaki saya yang membantu membuat mie. Tetapi untuk melayani pelanggan dan pembeli tetap saya sendiri yang melakukan karena dia tidak sabar dan telaten apalagi dalam suasana pandemi Covid 19 pembeli relatif sepi,” jelasnya.

Sampai saat ini, Pak Min dengan  setiap hari membuka lapak dagangan mie dan nasi goreng mulai sekitar jam 18.00 sampai dengan pukul 23.00 malam. Dengan sabar telaten dan ramah dia melayani pembeli dan pelanggan yang ingin menikmati rasa khas masakannya yang dijual dengan harga Rp. 10 ribu per piringnya.

Menurut A Mustain, salah seorang pelanggan mie Pak Min sejak tahun 1970-an mie racikan Pak Min rasanya khas.

”Kalau soal enak atau tidak itu relatif Mas, namun sejak kecil saya bersama orang tua membeli mie rasanya tidak pernah berubah. Barangkali rasa khas tersebut yang mendorong warga Banyuwangi seusia saya yang bekerja di luar kota rindu menyantap mie Pak Min untuk bernostalgia bersama saudara atau teman-temanya,” jelas Kang Tain.

Selanjutnya dia menuturkan sejak awal menempati lokasi jualan mie dan nasi goreng  di gang sempit di dekat Bank OUB Banyuwangi, selain tempatnya sederhana menu makanan yang dijualpun terbatas pada mie goreng, mie kuah dan nasi goreng saja.

Sedangkan untuk minuman selain menyediakan air putih dalam ceret dan gelas kosong dia juga menyiapkan gelas air mineral dan krupuk untuk menambahkan sensasi pada pembeli yang menikmati masakan yang disajikan.

Wartawan : Nurhadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.