Sekum KOHATI: Santri Role Model Generasi Muda Harapan Bangsa

by -410 Views
Zahra Qobliyati Fatra, Sekum KOHATI Komisariat Cendekiawan Muslim
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Peringatan Hari Santri Nasional jatuh pada 22 Oktober diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) pada 2015 lalu, Korps HMI-Wati (KOHATI) Komisariat Cendekiawan Muslim Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi meyakini Hari Santri 2020 momentum penting dan strategis membuka harapan baru bagi generasi muda di Indonesia.

Sekretaris Umum KOHATI Komisariat Cendekiawan Muslim,  Zahra Qobliyati Fatra mengatakan dalam catatan sejarah kemerdekaan bangsa, santri memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekan Republik Indonesia.

iklan aston

“Perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari dua faktor yaitu umat Islam dan pemuda. Dan kedua faktor tersebut melekat pada diri seseorang santri. Maka sangat tepat adanya jika ada istilah “santri untuk negeri,” katanya.

Dia juga mengatakan, santri merupakan role model generasi muda harapan bangsa Indonesia dalam menghadapi serbuan gempuran budaya asing dan tumbuhnya gaya hidup global yang belum tentu sesuai dengan adat ketimuran dan nilai-nilai Islam.

Santri merupakan benteng koko yang siap mengisi peluang dan kesempatan membangun Indonesia yang lebih baik dan lebih maju dengan melakukan hal-hal produktif yang akan menunjang kapasitas dirinya.

“Santri memiliki beberapa kelebihan, khususnya pengetahuan dan kecerdasan dibidang spiritual akhlak dan budi pekerti. Karena dengan sistem pembelajaran yang sudah diterapkan di pondok pesantren  santri telah dididik dan dibimbing agar mampu menjawab segala persoalan kehidupan dan tantangan jaman di masa depan”, ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu juga mengungkapkan harapannnya pada peringatan Hari Santri tahun ini. Dia juga optimis dan meyakini kedepan para santriawan/santriwati Banyuwangi mampu bersaing dengan santri daerah lain di Indonesia bahkan di level internasional.

“Maka dari itu santri harus bangkit dan menjadi agent of change (agen perubahan) agar negara lebih maju dan menjalankan kehidupan agama tetap tenang. Santri harus menguasai semua lini kehidupan bermasyarakat, seperti kata Imam Syafi’i,” Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan,” imbuhnya.

Wartawan : Nurhadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.