Prospek Komoditas Jamur Janggel Jagung di Kalangan Milenial

by -700 Views
Arby Mufti dengan tanaman jamur janggel jagungnya
Girl in a jacket

Banyuwangi,seblang.com – Biasannya bongkol jagung atau juga disebut juga dengan janggel akan langsung di buang setelah diambil jagungnya. Padahal dari bongkol jagung tersebut ada potensi peluang secara ekonomis dengan memanfaatkan bongkol tersebut menjadi komoditas jamur janggel.

Seperti yang dilakukan  pemuda asal Parijatah Wetan Banyuwangi  Arby Mufti yang telah berhasil memanfaatkan bongkol jagung menjadi media tanam untuk budidaya jamur  kategori yang dapat dikonsumsi.

iklan aston

Awalnya Arby mengaku terinspirasi dari rekan sejawat Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam yang melakukan pemanfaatan janggel sebagai media tanam

“Awalnya terinspirasi dari temen di HMI Bang Arip, membuat jamur yang media tanamnya dari janggel jagung, saya juga ingin mencoba  bagaimana pemanfaatan janggel jagung sendiri,” ujar Arby

Menurut Arby dari proses pembuatan media tanam yang berupa janggel jagung, pupuk urea, ragi tape dan dedak hingga siap panen hanya membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari hingga keluar jamur yang tumbuh pada janggel jagung

“Waktunya itu sekitar 20 harian itu sudah siap panen terhitung dari proses awal. Panennya bisa setiap hari. Bila sudah sampai satu bulanan itu janggel harus diganti proses dari tahapan awal dan untuk harga perkilonya Rp 20 ribu,” jelas arby.

Lebih jauh menurut Arby  untuk tahapan awal komposisi air yang dipergunakan lebih banyak untuk menyirami tahapan awal. Sedangkan untuk proses selanjutnya cukup dua hari sekali dengan  intensitas air sedang.

“Untuk awal harus banyak air sehingga janggel basah semua lalu kita diamkan dan cukup tutup pakai terpal saja untuk penutup agar kelembaban terjaga. Ke depannya cukup siram dua kali sehari jangan terlalu basah,” tambahnya. (vian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.