Mahasiswa: Jangan Sampai Terjadi Klaster Covid Baru di Pilkada

by -190 Views
Dandy Satrio (Memed) Mahasiswa untag, Wasekum P3A HMI Banyuwangi.
Girl in a jacket

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

Banyuwangi, seblang.com – Proses tahapan Pilkada Di Banyuwangi kemarin sudah memasuki tahapan pendaftaran. Namun mahasiswa mengkritik pelaksanaan pendaftaran tersebut.

iklan aston

Menurut  aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi Dandi , yang biasa dipanggil Memed, mengatakan kedua paslon yang mendaftar ke KPU sebagai cabup-cawabup  tetap membawa massa pendukungnya di tengah pandemi corona (covid-19)

“Kami sangat kecewa kepada kedua paslon (Ipuk-Sugirah & Yusuf-Riza) beserta peserta pilkada maupun penyelenggara pilkada karena kemarin ratusan pendukung masing masing paslon terlihat tidak mematuhi protokol kesehatan, banyak yang tidak memakai masker maupun jaga jarak,” kata Memed kepada wartawan Senin 07/09/20.

Mahasiswa Untag itu menambahkan, saat ini Banyuwangi zona merah dan kita semua berjibaku bersama melawan dan mencegah penyebaran covid-19.  “Mestinya semuanya menunjukkan rasa prihatin terhadap musibah yang sekarang menimpa kita semua. Seharusnya kedua paslon dan peserta pilkada memberikan contoh yang baik kepada kami para penerus generasi bangsa,” kata Memed.

Banyak postingan di media social, kegiatan kemarin tak ada jarak sosial distancing berkerumun bergerombol dan banyak yang tidak menggunakan masker, malah justru berjoget ria di depan kantor KPUD.

“Harusnya Bawaslu, KPU dan satgas covid-19 bertindak tegas melarang pengerahan massa, bukan malah membiarkan pengerahan massa tanpa mengindahkan protokol kesehatan.  Opini yang terbangun dikalangan masyarakat seolah-olah sedang bersenang-senang diatas penderitaan rakyat,” tuturnya.

Memet meminta kepada pihak penyelenggara, satgas covid dan keamanan agar lebih tegas dalam segala bentuk kegiatan peserta pilkada terkait pengerahan dan pengumpulan masa sampai tahapan pilkada selesai.

“Semua orang diluar Banyuwangi tahu bagaimana grafik penyebaran virus Corona meningkatkan pesat, jangan sampe ada cluster pilkada. Ingat, Banyuwangi sempat dijadikan kabupaten percontohan menyambut new normal.” Imbuhnya. (vian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.