Tiga Hari Hilang, Wisatawan yang Hilang Terseret Ombak Di Pantai Pulau Merah Ditemukan

by -644 Views
Girl in a jacket

Foto: Korban ketika ditemukan

Banyuwangi, seblang.com – Satu dari dua Wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi akhirnya ditemukan, Selasa (23/6).

iklan aston

Korban bernama Khrisna (21) tersebut ditemukan terdampar di pinggir pantai Mustika dekat Pelabuhan nelayan Pancer dalam keadaan tidak bernyawa.

Jasad pemuda asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran itu ditemukan setelah dilakukan pencarian selama tiga hari di kawasan perairan Pulau Merah dan sekitarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, korban ditemukan oleh warga sekitar Pantai Mustika. Setelah mengetahui korban, ia melaporkan kepada anggota SAR yang sedang melakukan pencarian di area Pantai Pulau Merah.

“Korban ditemukan sekitar pukul 15.00 wib,” kata Kapolsek Pesanggaran, AKP. Mujiono kepada seblang.com.

Setelah mengetahui berita tersebut, petugas langsung menuju tempat ditemukan jasad korban untuk dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas setempat.

“Kondisi jasad korban sudah membengkak dan tidak dapat dikenali lagi. Selanjutnya korban akan diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dua wisatawan tenggelam di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Sabtu (20/6) Sore. Satu orang meninggal dunia dan satu lagi masih dalam pencarian.

Diketahui korban meninggal atas nama Aqil (9) dan korban hilang bernama Krishna (21). Keduanya warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Mereka datang bersama rombongan untuk berwisata di Pantai Pulau Merah yang dijadikan destinasi percontohan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di masa pandemi Covid-19.

Keduanya terseret ombak ke tengah laut saat tengah asyik bermain air dipinggir pantai yang terkenal sunsetnya tersebut. Tiba-tiba ombak besar menghantam mereka. Keduanya kemudian terseret arus ke tengah laut.

Mengetahui hal tersebut, pengunjung pantai lainya berteriak histeris. Sontak, pengunjung lainya yang tengah asyik surfing ditengah mendengarnya. Sehingga berusaha melakukan pencarian terhadap dua korban.

Namun nahas, korban Aqil kondisinya kritis akibat kehabisan nafas dan  terlalu banyak meminum air laut. Selanjutnya ia dilarikan ke Puskesmas terdekat. Aqil dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setibanya di Puskesmas.

Usai peristiwa, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Life guard Pulau Merah, Rapi Banyuwangi dan warga setempat berupaya melakukan pencarian korban hilang atas nama Khrisna. Hingga tiga hari berselang, korban hilang tersebut berhasil ditemukan.(guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.