Perusahaan Terminal Pengisian LPG Tak Mau Temui Wakil Rakyat Yang Melakukan Sidak

by -269 Views
Girl in a jacket

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi yang tidak dihiraukan saat melakukan sidak oleh pihak perusahaan PT. Misi Mulia Petronusa, Bulusan, Kalipuro. 

Banyuwangi, seblang.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi tidak diperbolehkan oleh pihak perusahaan memasuki kawasan terminal pengisian LPG, PT Misi Mulia Petronusa, saat sidak di lokasi tersebut, Rabu (29/4).

iklan aston

Kedatangan para wakil rakyat ini terkait adanya kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar cukup serius. Bahkan, salah satu korban yang merupakan karyawannya tersebut, dirujuk ke RS Dokter Soetomo Surabaya karena luka bakar hingga 75%.

Para wakil rakyat yang diantar pemerintahan kecamatan setempat itu, tidak diperbolehkan masuk oleh pihak sekuriti, dengan alasan tidak ada instruksi dari pimpinan mereka.

“Ini pimpinan saya tidak memperbolehkan masuk, ya tidak boleh masuk,” kata pihak keamanan.

Karena tidak diperbolehkan masuk oleh pihak sekuriti, membuat lima anggota dewan marah dan memilih meninggalkan lokasi perusahaan terminal LPG Pressurized yang berlokasi di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

“Kami sebagai wakil rakyat datang ke lokasi karena ingin mengetahui tingkat keamanan perusahaan terhadap keselamatan kerja para karyawan, karena seringnya ada pengaduan tentang kecelakaan kerja seperti adanya ledakan yang mengakibatkan tiga orang korban luka bakar cukup parah beberapa waktu lalu,” kata Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Salimi, kepada beberapa awak media usai tidak diperkenankan masuk oleh pihak anak perusahaan Bosowa tersebut.

Dia menyesalkan akan ketertutupan pihak perusahaan terhadap pemerintahan dan wakil rakyat serta aparat penegak hukum.

“Jika perusahaan tidak mau membuka diri atau tertutup, maka kami juga bisa menggunakan SOP kami. Kayaknya ini seperti kerajaan saja dan ini tidak baik bagi investor. Siapapun pemiliknya kami tidak pandang bulu. Entah itu punyanya pejabat atau mantan pejabat, kami akan evaluasi perijinannya,”tegasnya. (guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.