Memanfaatkan situasi di tengah Pandemi Virus Corona terhadap Pengadaan Barang dan Jasa pada APBD Banyuwangi tahun 2020

by -530 Views
Girl in a jacket

Oleh : Raden Bomba Sugiarto,SH.,MH – Mantan anggota DPRD Banyuwangi, Advokat (Penasehat Hukum), Calon Wakil Bupati Banyuwangi 2020-2025.

Adanya lelang proyek pengadaan barang dan jasa atau Penunjukan Langsung (PL) yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, setiap tahun tetap menjadi perhatian para rekanan proyek. Bagi para rekanan proyek langganan Pemkab Banyuwangi, moment tersebut adalah moment yang ditungu tungu setiap tahunnya. Para rekanan berebut mendapat pekerjaan baik melalui lelang ataupun PL.

iklan aston

Namun tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, karena tahun ini negara kita sedang dilanda pandemi virus Corona atau yang dikenal dengan sebutan COVID-19. Penyebaran virus ini pun hampir di seluruh wilayah baik propinsi maupun daerah-daerah yang ada di Indonesia,  sehingga pemerintah pusat telah mengumumkan bencana tersebut sebagai bencana nasional.

Perang melawan virus Corona ini pun terus digalakkan oleh pemerintah pusat hingga ke seluruh penjuru tanah air, sampai ke pelosok-pelosok pedesaan. Tak tanggung tanggung, anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah pusat mencapai ratusan triliun. Bahkan pemerintah pusat telah memerintahkan di setiap propinsi dan daerah juga telah diperintahkan turut membantu menganggarkan untuk kegiatan tersebut.

Imbasnya, anggaran-anggaran yang sedianya untuk pembangunan infrastruktur, perjalanan dinas, dan anggaran anggarannyang dianggap tidak penting dan bisa ditunda dipangkas dan difokuskan untuk kegiatan penanggulangan COVID 19.

Minimnya proyek pengadaan barang dan jasa ini juga berimbas kepada para rekanan proyek langganan pemerintah daerah. Para rekanan berebut mendapat proyek, dengan berbagai cara. Akan tetapi ada yang menarik untuk disimak bersama, ditengah merosotnya ekonomi akibat pandemi ini, masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan untuk mengeruk kepentingan pribadi.

Bahkan cara yang dipakai mendapat “Jatah ” proyek pun tergolong unik dengan melaporkan satuan kerja ke penegak hukum. Cara ini dianggap jitu lantaran hasilnya cukup memuaskan dan bisa mendapatkan banyak, meski juga telah mengesampingkan aturan hukum yang berlaku tentang pengadaan barang dan jasa, yaitu “satu bendera/perusahaan CV bisa mendapat melebihi kuota”. Tentunya hal tersebut telah menyimpang dari harapan sebuah reformasi pengadaan barang dan jasa, atau merupakan praktik kecurangan (TIPIKOR) dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Sebagaimana kita ketahui bersama dalam pengadaan barang dan jasa telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 sebagai pengganti Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa. Pemerintah (LKPP) telah menerbitkan 13 Aturan Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa.

Ke 13 Aturan tersebut merupakan pedoman dan petunjuk teknis bagi pelaku pengadaan dilingkup Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Perbuatan tersebut terang benderang pasal hukumnya yaitu adanya niat dan motif inefisiensi, moral hazard, bahkan perilaku koruptif dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah Banyuwangi secara massif dan berjamaah ditengah hiruk pikuk Keseriusan kita bersama melawan COVID 19 di Kabupaten Banyuwangi.

Mari kita bersama sama menjerat dan menangkap para koruptor pengkorupsi uang rakyat dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada APBD Banyuwangi tahun 2020. Masa bodoh siapapun itu pelakunya yang terindikasi memperkaya diri dan kelompoknya ditengah tengah kita dan masyarakat Banyuwangi sedang kesulitan sosial dan ekonomi karena pandemi Virus Corona seperti ini harus kita “SIKAT” bersama.

Kepada penegak hukum, jadikan laporan dan pengaduan masyarakat dalam pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bukti petunjuk awal guna mendapatkan alat bukti dan pahami hal ini sebagai modus korupsi yang berpotensi terjadinya unsur-unsur korupsi, kolusi dan nepotisme.

Masyarakat Banyuwangi harus cerdas dan kritis menyikapi proyek-proyek pengadaan barang dan jasa yang ada dalam APBD Banyuwangi tahun 2020 ini.

Lakukan monitoring dan pemantauan dengan benar. Hanya dengan cara ini, perbuatan “KORUPSI” dapat diberantas dan oknum pelaku bisa dimakamkan sebagaimana SOP jenazah orang positif VIRUS CORONA. (bomba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.